"ih..emang Fina ada yang mau? ha..ha..ha!!" Celetuk Nanda anak sok ganteng di kelasku. perkataannya begitu menusuk ulu hatiku. sakit dan perih terasa menjalar ke seluruh tubuh memekik irama desir jantung dan memejamkan indar perasa di tubuh yang berdiri kaku. aku tersadar dalam kehammpaan pikiran seorang perempuan yang bagi lawan dari jenisnya dianggap sebagai bunga yang tak ada satu kumbangpun mau melihatnya.
"jangan begitu, aku juga punya perasaan. tahu gak, kamu udah menyakiti hatiku." terdengar Fina berucap dengan lirih pada Nanda.
Fina tidak mengerti mengapa Nanda mampu mengatakan hal yang menyakitkan itu padaku. apakah memang benar aku pantas mendapatkan perkataan seperti itu. mungkinkah Nanda tidak tahu bahwa kata-kata yang keluar dari mlutunya sangat menyakitkan hatiku. Mungkinkah? bidadari pun tahu, mamahpun tahu, nenekpun tahu, bibipu tahu, bahkan semutpun tahu bahwa perasaan seorang perempuan sangat sensitif terhadap hal-hal mengenai dirinya.
tapi mungkinkah dia bahka mereka tidak mengerti hal yang sama seperti perempuan mengerti perasaan perempuan lainnya. karena seharusnya mereka dapat mengerti perasaan semua makhluk yang sama-sama diciptakan Tuhan Yang Maha Esa.

