Cowok bermata sipit itu datang pada ulang tahunku yang ke-17. dia datang dari Australia dan menyatakan cintanya padaku. begitu sangat senagnya aku sampai aku berjingkrak-jingkrakan. tiba-tiba upss "Gubrakk!!" jatuh deh dari tempat tidur. aku pun bingung sendiri mengapa aku tiba-tiba memimpikan Chensing sahabatku.
Cukup lama termenung akan mimpiku, bunyi wekker tiba-tiba mentadarkanku. :Oh my God!! Sudah jam setengah tujuh!!" Aku pun langsung bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. mandi, sarapan, dan akhirnya tergesa-gesa mengayuh sepeda dari pada harus diantar Pak Nurman ataupun naik kendaraan umum. Alasannya yaitu selain dapat menyehatkan, juga karena jika mecet aku tidak akan ikut terjebak di dalamnya.
Setelah menyimpan sepedaku di tempat parkir sekolah, akupun cepat menuju ke kelas karena gerimis tiba-tiba mulai turun. Ketika berada di depan lorong kelas, di ujung lorong tampak sesosok wajah yang tak aneh lagi dimataku. "Oh my God! Mimpikah aku?" Aku mulai mencubit-cubit pipiku sendiri beberapa kali. tetapi memang ini bukanlah mimpi.
Sosok wajah itu terus berjalan mendekat dan semakin mendekat ke arahku. jantungku tiba-tiba berdegub kencang. "Che...Che...Chensing!!" Spontan kata itu keluar dari bibirku. ternyata sahabatku Chensing telah benar-benar kembali.


0 komentar:
Posting Komentar