Selasa, 13 April 2010

H2C (Harap-Harap Chensing)

” Ya Alloh kenapa bayangan Chensing selalu menari-naru di benakku?” Lirihku dalam hati. Aku tak pernah bisa memalingkan hatiku darinya. Bila dia bahagia, aku ingin dia tetap bahagia. Bila dia bersedih, aku ingin menggantikan kesedihannya dengan kebahagiaan yanga ku miliki. Mengapa selalu begitu?

Padahal kini Chensing telah mempunyai seorang bidadari. Bidadari yang begitu sempurna yang begitu dia cintai dan sayangi.bidadari yang telah merebut hati sahabat karibku. Sahabat yang aku sayangi melebihi seorang sahabat. Sahabat yang pertama kali jatuh cinta menceritakannya padaku. Begitu teganya dia menceritakan berita yang membuat dunia seakan kiamat. Apabila seeorang mendengarnya maka hatinya bagai disayat-sayat daun sembilu.

Begitu menyakitkan. Namun aku tak kuasa mengungkapkannya. Biaralah aku sakit, asalkan dia bahagia. Karena ku akan lebih sakit jika melihatnya sakit karenaku. Walaupun bila setiap saat aku mengingatnya, aku akan membiarkan ingatan itu tersimpan di dalam lubuk hatiku. Terkunci rapat di tempatnya. Tidak akan aku biarkan dia ataupun orang lain mengetahuinya. Karena selamanya dia hanya akan menjadi sahabat karibku. Sahabat yang akan selalu tersimpan dalam hati. Hati yang paling dalam. Walaupun begitu terasa sakit, namun akan aku coba untuk terus membungkusnya.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

ikhh.....Luuuchuuu!!!!!!!!!!!!

1 people have left comments

Anonim

Anonim said:

ikhh.....Luuuchuuu!!!!!!!!!!!!