Uh nasib memang jadi salah satu anggota KUJOLU alias "Kumpulan Jomblo Selalu". Gimana nggak, dari berabad-abad tahuyn yang lalu sampai tahun yang se-moderen ini, tetep aja menjalani hidup dengan sendiri alias" ngejomblo". makan sendiri, cuci baju sendiri, tidurpun sendiri (ya iayalah, bahaya kalau tidurnya nggak sendiri).
Oh my God!!!
Lengkap sudah semua penderitaan yang aku alami. Gimana nggak (nanya terus ya?), kini anak yang imut, lucu, dan cantik serta cute (lebay dehhh) hanya aku yang "ngejomlo". Aanak-anak satu kelas "pun"(saking hebatnya) yang terkenal akan predikat KUJOLU nya "pun" sudah mempunyai tambatan hati a.k.a (also know as= alias) "pacar". Lalu aku kapan? Apa cowok-cowok udah pada katarak kali matanya sehingga cewek seperti diriku ini yang imut, lucu, dan cantik serta cute ini nggak ada satu pun yang meliriknya. Atau emang aku terlalu sempurna dimata mereka ya?(ceilah pede amatt!). Tapi satu fakta yang benar-benar, benar-benar nyata aalah bahwa ternyata aku ini "nggak laku-laku". Tapi aku berjanjai, demi kahornatanku aku akan mempertahankan statusku ini, status yang hanya ada satu di dunia yaitu status sebagai JOMUT a.k.a "JOMBLO IMUT". hohohoho
Dan hal ini terjadi sampai dengan suatu hari dimana pada hari itu hari yang aku rasa sebagai hari yang paling sial. Begini ya ceritanya, pada suatu hari anak-anak satu kelas berniat untuk pergi jalan-jalan setelah pulang sekolah karena pada hari itu sekolah pulang lebih awal. Semua fraksi dan petinggi-petinggi kelas mengajukan satu tempat yang mereka anggap sebagai tempat ayang asyik dan hemat a.k.a murah. Dari mulai fraksi W (wara-wiri) yang mengajukan BA sebagai tujuan sampai fraksi G (garelo) memilih manganti. Dan pada akhirnya, Dobo lah yang dipilih (nggak nyambung ya?)
Tapi apakah Anda-Anda sekalian tahu masalah yang sedang terjadi? Ternyata yang pada ikut touring adalah anak-anak yang pada CINLOK a.k.a CINTA LOKASI di kelas. Seketika udara yang tadinya terasa begitu sepoi-sepoi dan sejuk berubah menjadi angin gertsang dan panas tiada tara.Sampai-sampai ubun-ubun kepala ku ada di atas dan tumit ku ada di bawah ( yaiayalah, odoy pisan). Sungguh berat hidup ini, lebih berat dari pada menggendong satu karung kapas di atas bahu, dan lebih berat dari pada menjinjing satu gram besi di tangan. Hingga hasrat ku yang ingin mempertahankan statusku sebagai "jomlo" ini pun mulai luntur akibat kelakuan anak-anak yang berlagak mesra di depanku.
Dan pada akhirnya, dengan segala daya dan upaya yang aku lakukan, aku tetap aja "ngejomblo" sampai saat ini. Karena kalian tahu seniri kan, aku tuh kan standarnya tinggi buangetsss, so gak ada satu pun cowok yang bisa menaklukan hatiku ini. (jangan percaya, itu semua fitnah).


1 komentar:
baguslah kalau begitu
Posting Komentar